Friday, 29 July 2011

Jika Kita Tidak Sempurna...

Assalamualaikum...

Terkesan dengan peristiwa yang saya lihat malam tadi, tatkala saya menghadiri perjumpaan dengan sahabat-sahabat, saya terpandang susuk tubuh seorang pemuda yang melindungi dirinya daripada pandangan sahabat-sahabat lain... pertama kali saya menyedari kebersamaannya dalam kelompok ini, saya terfikir betapa hebatnya dia! dengan sebelah tangan yang saya lihat tiada jejarinya, dia cuba memberi komitmen dengan kehadirannya... macammana dia drive? naik motorsikal atau naik kereta? sekilas saya gerakkan jejari saya, saya renung satu persatu, bertuahnya saya ada jari, sempurna... saya membayangkan sekiranya saya mempunyai nasib yang serupa dengannya... Ya Allah, terima kasih kerana memberiku nikmat ini...

Sedang saya berkhayal sambil memerhatikan gelagat dia, saya tersentak tatkala melihat dia mengambil beberapa biji kacang tanah, terkial-kial dia berusaha mengupas kulit kacang itu menggunakan kedua-dua belah tangannya walaupun hanya satu tangan je yang mempunyai jari yang sempurna... teringin sekali saya membantu dia... terdetik dalam hati, apa kebaikan yang saya telah manfaatkan dengan pemberian Allah yang sempurna kepada diri saya ini? teringin sekali saya menghulurkan tangan supaya tangan saya menjadi miliknya... ambillah! asalkan dia sempurna, tidak merasa rendah diri sehingga duduk di belakang orang lain... hampir menitis air mata melihat keadaan seperti itu... seraya saya terfikir, apa kebaikan yang telah saya sumbangkan melalui tangan yang saya miliki? jika saya tiada jejari seperti dia, adakah saya akan jadi setabah dia? macammana saya nak makan tanpa jari...? macammana saya nak menggenggam sesuatu barang tanpa jari? macammana saya nak membelai anak tanpa jari?... dan macam2 lagi kita akan kekurangan bila tiadanya jari...

Kepada sahabat-sahabat yang membaca, saya bukanlah seorang manusia yang pandai menulis cerita, tapi saya ingin menyampaikan pelajaran dari pengalaman pandangan mata saya... kebanyakan sahabat2 saya semuanya berkeadaan sempurna, sempurna sifat tubuh badan, jadi saya berharap, hargailah dengan sebaik-baiknya pemberian Allah kepada kita, gunakan dan manfaatkan ke arah kebaikan... jangan nanti bilamana Allah dah tarik nikmat tu, baru kita termenung dan menyesal...



Terima kasih kerana membaca entri ini.
Sila klik Like jika anda suka entri ini.

Wednesday, 27 July 2011

Complete Heart Block : Risiko Ummi

Complete Heart Block : tu la penyakit yang kekal dalam diri saya sekarang ni... penyakit ini dikesan menjelang Syawal 2008... masa tu saya masih belajar di Riau lagi... Alkisahnya ketika saya berjalan2 tak kisah la di mana pun, saya kerap pitam dan muntah, dan saya tak dapat memenuhi tuntutan Ramadhan... Ketikamana saya pulang ke Malaysia untuk bercuti Aidilfitri, saya dimasukkan ke Coronary Care Unit (CCU), iaitu unit rawatan rapi untuk pesakit jantung di Hospital Putrajaya... Panjang sangat la ceritanya kalau saya nak cerita... di bawah ni saya lampirkan penjelasan tentang Complete Heart Block, tapi dalam Bahasa Inggeris la... tak rajin la pulak saya nak terjemahkan, karang tunggang terbalik jadinya... yang saya tau, sampai sekarang pihak hospital suruh saya pasang Pacemaker, tapi saya kerap melarikan diri, heheheee~ bila degupan jantung saya lemah, saya sangat berisiko apalagi ketika bersalin... cume baru2 ni saya suarakan pada husband tentang niat saya nak pasang Pacemaker, tiba2 saya tergerak hati nakkan alat tu... husband terkejut... tapi nanti kami fikirkan balik... Sedikit gambar saya ketika di Hospital Putrajaya...

 Time ni kat CCU, tak pose, hehehee~

setelah dipindahkan ke wad biasa (as request)

Types of Heart Block
Some people are born with heart block (congenital), while others develop it during their lifetimes (acquired). Acquired heart block is more common than congenital heart block.
The three types of heart block are first degree, second degree, and third degree. First degree is the least severe, and third degree is the most severe. This is true for both congenital and acquired heart block.

First-Degree Heart Block

In first-degree heart block, the heart's electrical signals are slowed as they move from the atria to the ventricles (the heart's upper and lower chambers, respectively). This results in a longer, flatter line between the P and the R waves on the EKG (electrocardiogram).
First-degree heart block rarely causes any symptoms, and it usually doesn't require treatment.

Second-Degree Heart Block

In this type of heart block, electrical signals between the atria and ventricles are slowed to a large degree. Some signals don't reach the ventricles. On an EKG, the pattern of QRS waves doesn't follow each P wave as it normally would.
If an electrical signal is blocked before it reaches the ventricles, they won't contract and pump blood to the lungs and the rest of the body.
Second-degree heart block is divided into two types: Mobitz type I and Mobitz type II.

Mobitz Type I

In this type (also known as Wenckebach's block), the electrical signals are delayed more and more with each heartbeat, until the heart skips a beat. On the EKG, the delay is shown as a line (called the PR interval) between the P and QRS waves. The line gets longer and longer until the QRS waves don't follow the next P wave.
Sometimes people who have Mobitz type I feel dizzy or have other symptoms. This type of second-degree heart block is less serious than Mobitz type II.
The animation below shows how your heart's electrical system works. It also shows what happens during second-degree Mobitz type I heart block. Click the "start" button to play the animation. Written and spoken explanations are provided with each frame. Use the buttons in the lower right corner to pause, restart, or replay the animation, or use the scroll bar below the buttons to move through the frames.
The first part of this animation is the same as the animation in the section on understanding the heart's electrical system and EKG results. If you want to skip directly to the frames on Mobitz type I heart block, click the "skip intro" link above the start, pause, and replay buttons.

The first part of the animation shows how an electrical signal moves through your heart and how an EKG records your heart's electrical activity. The second part of the animation shows how a pause in the heart's electrical signal can delay or block the contraction of the ventricles.

Mobitz Type II

In second-degree Mobitz type II heart block, some of the electrical signals don't reach the ventricles. However, the pattern is less regular than it is in Mobitz type I. Some signals move between the atria and ventricles normally, while others are blocked. On an EKG, the QRS wave follows the P wave at a normal speed. Sometimes, though, the QRS wave is missing (when a signal is blocked). Mobitz type II is less common than type I, but it's usually more severe. Some people who have type II need medical devices called pacemakers to maintain their heart rates.


Third-Degree Heart Block

In this type of heart block, none of the electrical signals reach the ventricles. This type also is called complete heart block or complete AV block. When complete heart block occurs, special areas in the ventricles may create electrical signals to cause the ventricles to contract. This natural backup system is slower than the normal heart rate and isn't coordinated with the contraction of the atria. On an EKG, the normal pattern is disrupted. The P waves occur at a faster rate that isn't coordinated with the QRS waves. Complete heart block can result in sudden cardiac arrest and death. This type of heart block often requires emergency treatment. A temporary pacemaker may be used to keep the heart beating until you get a long-term pacemaker.


Sumber : http://www.nhlbi.nih.gov/health/dci/Diseases/hb/hb_types.html




Terima kasih kerana membaca entri ini.
Sila klik Like jika anda suka entri ini.

Wednesday, 20 July 2011

Menjelang Hari Lahir Raisya Adira

Tinggal beberapa hari je lagi untuk anak ummi (Raisya) melangkah menuju 1 years... wow! sebenarnya ummi sangat teruja, tengah memikirkan apa persiapan yang nak dibuat pada hari lahir Raisya, pulak tu jatuh pada bulan Ramadhan... apa yang ummi fikir, macammana pun caranya, majlis tu mesti berlaku walaupun simple je... ummi nak moment itu akan menjadi kenangan buat Raisya... Raisya lahir 5 hari sebelum bulan Ramadhan, itulah sebabnya hari lahirnya ini jatuh pada bulan Ramadhan... ummi cuma mengharapkan anak ummi sentiasa sihat dan ceria... lebih2 lagi kebelakangan ni Raisya sering tak sihat... ummi tak nak anak ummi ikut jejak langkah ummi, jadi pengunjung tetap hospital... sangat memenatkan dan meletihkan... cukup la dulu raisya penah masuk hospital 2 hari sebelum raya dan discharge sehari sebelum raya ketika Raisya baru berumur sebulan, sama keadaannya ketikamana ummi pernah masuk hospital 5 hari sebelum raya, dan discharge sehari sebelum raya... semoga anak ummi sentiasa dilindungi Allah...




Terima kasih kerana membaca entri ini.
Sila klik Like jika anda suka entri ini.